Assalamualaikum... Haloo reader blogger!
Udah lama bgt ya gak cerita2. Oke. Hari ini aku mau sampein unek2ku belakangan ini. Boleh ya?
Hijrah? Jujur, kata ini terlalu berat untuk aku yg baru mulai sadar betapa jauhnya aku dari jalanNya. Aku baru meraba mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, serta mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus ditinggalkan. Aku juga baru berusaha menjaga lisanku, pengelihatku, pendengaranku, serta perbuatanku. Sedikit demi sedikit tak apa yang penting makin hari membaik. Mudah? Tentu tidak. Tak jarang belakangan ini aku sering berbicara sendiri seperti ada perang batin antara hati nurani dan nafsu. Ya atau tidak, lakukan atau jangan. Aku dipaksa untuk memilih dengan cepat dan tepat, yang pastinya sekarang harus memikiran "kalo kayak gini salah apa nggak ya?". Seringkali aku menyesal karena pilihanku yang gegabah. Tetapi tak apa, semua selalu ada hikmah dibaliknya. Belum lagi dengan teman2ku. Beberapa temanku ada yang (mungkin bercanda) menyindir dengan perubahanku. Aku gak asyik lagi, katanya. Atau aku berlebihan karena gak mau bersentuhan dengan lawan jenis. Aku maklum. Sebelum itu, aku memang terlalu renyah dengan lawan jenis, atau bahkan aku memposisikan diriku sebagai laki-laki. Jadi aku merasa tidak ada batasan dengan lawan jenis. Teman-temanku mundur perlahan. Tetapi tak apa, in sya Allah akan dihadirkan teman yang lain. Itu janji Allah. Selain teman, ada yg lebih berat lagi. Keluarga. Iya. Keluarga. Masalah keluargaku cukup berat. Jujur, aku takk sanggup untuk menceritakannya. Mungkin cukup Allah dan beberapa sahabatku saja yang perlu tau ini. Masalah keluarga ini adalah faktor terbesar aku menjadi jauh dari Allah sekaligus perubahanku yang mau menjadi lebih baik serta dekat dengan Allah. Tidak cukup sampai disitu bebanku, hal yang terberat dalam jalan ini adalah dianggap sok paling benar. Kamu pernah atau tidak, mencoba meluruskan temanmu namun respon yang kita dapat adalah cibiran "sok paling bener lu!" Atau, "oh mau jadi ustadzah ya sekarang? Suka ceramah?" Masya Allah kan kata-katanya? Seketika darahku berheti mengalir saat mendengar kalimat itu. Iya, aku memang pemula, tetapi saling mengingatkan adalah kewajiban. Maafkan aku jika lisan ini menyayat hati kalian dalam mengingatkan. Aku masih pemula, aku juga masih banyak salah. Aku masih banyak belajar. Aku juga butuh koreksian. Aku benar-benar masih jauh dalam kata baik. Reader, tolong ingatkan aku jika aku mulai khilaf. Tak apa menyakitkan, tetapi itu harus membawaku dalam perubahan. Jangan sampai, kalimat itu hanya untuk menjatuhkan. Tak jarang juga aku mendapatkan kalimat seperti, "katanya hijrah, tapi kelakuan masih kayak gitu". Tolong, jangan salahkan niatku. Salahkanlah kekhilafanku. Kata "hijrah" biarkan itu menjadi urusanku dengan Yang Maha Kuasa, Allah.
Semoga Allah selalu menjagamu:)

0 comments:
Posting Komentar